Gangguan sistem pengelihatan pada anak usia dini
MAKALAH
“Gangguan Sistem Penglihatan Pada Anak Usia Dini”
Diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah “Kesehatan dan Gizi Anak”
Disusun Oleh :
Hana Nabila Putri (1819020004)

Dosen Pengampu :
Rica Nelvita, M.Pd.
PRODI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
(PIAUD)
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH
(STIT)
ISLAMIC VILLAGE TANGERANG
BANTEN
1441 H / 2019 M
KATA PENGANTAR
Dengan
menyebut nama Allah Swt yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
serta inayah-Nya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah
Kesehatan dan Gizi Anak ini dengan lancar, shalawat serta salam saya panjatkan
kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang menjauhkan saya dari jalan kegelapan.
Makalah
ini saya
susun dengan harapan bisa menambah wawasan dan pengetahuan mengenai “Gangguan Sistem Penglihatan Pada Anak Usia Dini”.
Menyadari pembuatan makalah ini
masih banyak kesalahan dan kekurangan serta jauh dari kesempurnaan yang saya harapkan. Untuk itu saya berharap dengan adanya kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan makalah
ini dimasa yang akan datang. Semoga makalah
ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya dan dapat berguna bagi saya khususnya, umumnya bagi orang lain
yang membacanya.
Tangerang, 24 Desember 2019
Penulis
i
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar....................................................................................................................... i
Daftar Isi..................................................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang....................................................................................................................
1
B. Rumusan Masalah
.............................................................................................................. 1
C. Tujuan ................................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Mata..................................................................................................................
2
B. Bagian Mata dan Fungsinya................................................................................................
2
C. Gangguan Sistem Penglihatan.............................................................................................
3
D. Tanda-Tanda
Gangguan Penglihatan..................................................................................
4
E. Macam-Macam
Gangguan Penglihatan..............................................................................
4
F. Waktu Memeriksa
Mata......................................................................................................
6
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................................................ 7
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................................................... 8
ii
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kesehatan adalah faktor penting
didalam kehidupan manusia, karena kondisi ini akan menunjang segala aktivitas
yang akan dilakukan oleh manusia bisa berjalan lancar. Namun kondisi ini
terkadang mengalami suatu hambatan yang disebut penyakit / sakit. Sakit adalah
suatu kondisi tubuh manusia yang tidak bisa bekerja secara normal akibat suatu
virus atau hal – hal yang membuat penyakit di dalam tubuh manusia.
Mata adalah jendela dunia. Mata merupakan suatu apresiasi dari kerja dan
peran mata sebagai indra penglihatan paling vital dalam diri manusia. Melalui
indra mata, manusia memiliki kemampuan dan peran yang luar biasa dalam hidup.
Mata dapat melihat apa yang ada di sekelilingnya, baik itu gerak, raut muka,
isyarat. Tanpa mata hidup manusia seperti hampa dan gelap. Sebab ia tidak dapat
melihat semua yang ada di sekelilingnya.[1]
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa itu mata?
2.
Apa saja bagian-bagian mata dan fungsinya?
3.
Bagaimana tanda-tanda gangguan penglihatan?
4.
Apa saja macam-macam gangguan penglihatan?
5.
Kapan waktu orangtua memeriksa mata anak?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui apa itu mata
2.
Untuk mengetahui bagian-bagian mata dan fungsinya
3.
Untuk mengetahui tanda-tanda gangguan penglihatan
4.
Untuk mengetahui apa saja macam-macam gangguan
penglihatan
5.
Untuk mengetahui kapan waktu orangtua memeriksa mata anak
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Mata
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Mata merupakan salah
satu organ tubuh yang sangat penting. Cara kerja mata yang sederhana salah
satunya adalah hanya untuk mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah
terang atau gelap.
Mata juga sebagai motor kehidupan manusia yang merupakan alat indra
penglihat yang di dalamnya terdapat jaringan-jaringan indera penglihatan,
jaringan-jaringan tersebut berpotensi menimbulkan penyakit atau kelainan dalam
penglihatan. Banyak manusia yang memiliki mata normal tidak dijaga dengan baik,
dan mengakibatkan mata normalnya direnggut oleh penyakit yang membuat gangguan
pada mata.
B.
Bagian Mata dan
Fungsinya
1.
Organ bagian luar
2.
Organ
bagian dalam
·
Kornea, berfungsi melindungi bagian sensitif
di belakangnya, membantu mata memfokuskan bayangan pada retina.
·
Sklera,
berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan memungkinkan
melototnya otot mata.
·
Pupil dan selaput pelangi, dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Fungsi pupil
menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam dan Selaput
pelangi berfungsi sebagai diafragma. Selaput pelangi
inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata.
·
Lensa mata, dari pupil, cahaya diteruskan ke lensa mata menerima cahaya dari pupil dan
meneruskannya pada retina. Fungsi dari lensa mata adalah mengatur fokus cahaya,
sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina.
·
Retina atau Selaput Jala, retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap
cahaya, khususnya bagian retina yang disebut bintik kuning. Setelah retina,
cahaya diteruskan ke saraf optik. Fungsi retina menerima bayangan dan untuk
melihat benda.
·
Saraf optik, Pada bagian inilah semua objek dari mata akan dikirim ke Otak. Saraf optik
memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, dan mengirimkan sinyal menuju otak.
C. Gangguan
Sistem Penglihatan
Sistem penglihatan
manusia adalah mata. Mata adalah indra yang sangat penting bagi tumbuh kembang
anak. Pasalnya, mata tidak hanya digunakan untuk melihat tapi juga sebagai
media anak untuk mengeksplorasi dan mempelajari segala hal di sekelilingnya.
Pemeriksaan
kesehatan mata anak harus dilakukan secara rutin dimulai saat ia baru
dilahirkan. Ini dilakukan agar orangtua tahu bagaimana perkembangan indra
penglihatan sekaligus mendeteksi adanya masalah mata pada anak lebih dini.
Gangguan
penglihatan adalah adanya kelainan yang menyebabkan gangguan pada penglihatan
normal. Berbagai jenis gangguan penglihatan dapat disebabkan oleh beberapa
kondisi medis dan kelainan tertentu.
Beberapa penyebab
gangguan penglihatan bersifat sementara dan dapat diatasi dengan pengobatan.
Namun, beberapa penyebab bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang permanen.
Penglihatan pada
anak usia sekolah, seringnya karena melihat obyek harus dari jarak dekat (rabun
dekat). Karena kurang jelasbila melihat dari jarak jauh. Rabun dekat pada anak
biasanya baru terlihat setelah anak berumur 2 tahun dan semakin berat sejalan
dengan bertambahnya usia sampai makin jelas pada usia remaja. Kadang-kadang
juga anak yang rabun jauh (kurang jelas melihat objek dari jarak jauh). Kedua
kondisi rabun dekat dan rabun jauh perlu segera diperbaiki agar tidak
mengganggu perkembangan kehidupan anak.[2]
D. Tanda-tanda
Gangguan Penglihatan
1.
Memegang
benda dekat-dekat ke matanya
2.
Tidak
tertarik melihat gambar-gambar di buku
3.
Ceroboh
(terkadang tersandung atau menabrak mebel)
4.
Waktu
melihat matanya juling
5.
Ada
keturunan gangguan penglihatan
6.
Tidak
dapat mengambil benda kecil, seperti kancing kecil, benang, atau peniti
E. Macam-Macam
Gangguan Penglihatan
1.
Juling (Strabismus), Bola mata tidak melihat ke arah yang sama. Ini
dikarenakan keenam otot yang menyambung ke bola mata tidak seimbang. Juling
dapat terjadi karena keturunan atau setelah skit, seperti campak atau cacar
air.
Ø
Gejala
Mata Juling
a.
Mata terlihat tidak
sejajar.
b.
Kedua mata tidak bergerak
secara bersamaan.
c.
Sering
berkedip atau menyipitkan mata, terutama di bawah sinar matahari.
2.
Rabun Dekat (Hipermetropia), anak dapat melihat jarak jauh dengan lebih baik daripada
melihat jarak dekat. Fokus matanya bisa terlalu jauh dan dapat terjadi
penglihatan ganda maupun juling.
Ø
Gejala
Rabun Dekat
a.
Perlu
menyipitkan mata untuk melihat dengan lebih jelas
b.
Sakit
kepala atau pusing setelah membaca
c.
Benda
yang dekat terlihat kabur
3.
Rabun Jauh (Miopia), Menyebabkan si kecil sulit melihat benda yang jaraknya
jauh. Kelainan ini tidak umum ditemukan pada balita.
Ø
Gejala
Rabun Jauh
a.
Mata
tegang
b.
Mata
lelah ketika melihat benda berjarak beberapa meter
c.
Sulit
membaca papan tulis di sekolah pada anak-anak
4.
Astigma,
Mengakibarkan gangguan gambar yang diterima mata, Bisa terjadi hanya pada
sebelah mata.
Ø
Gejala
Astigma
a.
Pandangan
yang samar atau tidak fokus.
b.
Sulit
melihat saat malam hari.
c.
Sering
menyipitkan mata saat melihat sesuatu.
5.
Mata Malas (Ambliopia), Mata tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Mata dapat
rusak permanen jika tidak diobati. Gangguan ini sulit dideteksi, jadi
periksalah mata anak secara teratur.
Ø
Gejala
Mata Malas
a.
Mata
juling
b.
Sering
menutup atau memicingkan mata
c.
Kepala
sering bergerak miring
6.
Buta Warna,
Sekitar 8% anak laki-laki verta 0,5% anak perempuan menderita buta warna. Yang
paling sering, mereka tidak mampu membedakan warna merah dari warna hijau. Demi
keselamatannya, segera ketahulah apakah si kecil ndak dapar membedakan warna
tertenru.
Ø
Gejala
Buta Warna
a.
Dapat
melihat beberapa warna namun tidak semuanya.
b.
Hanya
melihat warna hitam, putih dan abu-abu, tapi kasus ini jarang terjadi.
c.
Hanya
dapat melihat beberapa gradasi warna pada satu objek, padahal orang-orang dapat
melihat ribuan warna.[3]
F. Waktu
Memeriksa Mata
Sejak umur satu
tahun, anak sudah dapat melihat semua
yang dapat dilihat orang dewasa. Periksakan mata anak pada usia tiga tahun.
Tapi ada juga pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan sendiri.
1.
Memeriksa penglihatan jarak dekat (Usia 18 bulan 3 tahun) Mintalah anak untuk mengambil benda-benda kecil dari telapak
tangan kita atau dari meja, ataupun remah
roti atau benang dari lantai.
2.
Memeriksa penglihatan jauh (Usia 2-3 tahun) Kumpulkan mainan seperti mobil-mobilan, pisau anak-anak,
sendok dan garpu boneka kecil, kursi-kursian, dan pesawat terbang, masing-masing jenisnya
dua buah. Letakkan di atas meja di depan si kecil. Lalu berdirilah sejauh 3 m
dari meja tersebut sambil memegang mainan yang sama. Angkat satu mainan dan
minta si kecil memperlihatkan benda yang sama. Di usia tiga tahun, ulangilah
pemeriksaan ini dengan satu mata si kecil tertutup. (Akan memudahkan jika
mainan diangkat dengan latar belakang warna gelap).
3.
Memeriksa mata malas (Usia 2, - 3 tahun) Bermain bajak laut dengan menutup sebelah mata memakai
potongan kain atau bahan elastis bisa dilakukan untuk mengetes. Perhatikan mata
mana yang dipilih si kecil untuk ditutup dan apa yang terjadi jika mata lainnya
yang diturup. Jika ia menolak keras atau hanya mau menutupi mata tertentu,
periksakan segera. Perawatannya termasuk menutupi mata yang sehat agar mata
yang malas bekerja dengan semestinya.
BAB II
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Mata adalah organ penglihatan yang
mendeteksi cahaya. Mata merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting.
Cara kerja mata yang sederhana salah satunya adalah hanya untuk mengetahui
apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap.
Bagian-bagian mata
dan fungsinya:
Organ
bagian luar :
Organ bagian dalam :
1. Kornea, berfungsi melindungi bagian sensitif
di belakangnya, membantu mata memfokuskan bayangan pada retina.
2. Sklera,
berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan memungkinkan
melototnya otot mata.
Tanda-tanda
Gangguan Penglihatan
1.
Memegang
benda dekat-dekat ke matanya
2.
Tidak
tertarik melihat gambar-gambar di buku
3.
Ceroboh
(terkadang tersandung atau menabrak mebel)
Macam-macam Gangguan Penglihatan
1.
Juling
2. Rabun Dekat
3. Rabun Jauh
4. Astigma
5.
Mata
Malas 6. Buta Warna
Waktu orangtua memeriksa mata anak
1.
Memeriksa
penglihatan jarak dekat (Usia 18 bulan 3 tahun)
2.
Memeriksa
penglihatan jauh (Usia 2-3 tahun)
3.
Memeriksa
mata malas (Usia 2, - 3 tahun)
DAFTAR
PUSAKA
Raudatul
Jannah, Gangguan Kesehatan Mata, (Guepedia)
Dr.
Faisal Yatim, gangguan Kesehatan Pada Anak
Usia Sekolah
June
Thompson, Toddler Care, (Jakarta:
Erlangga, 2003)
[1] Raudatul
Jannah, Gangguan Kesehatan Mata, (Guepedia),
hlm7.
[2] Dr. Faisal
Yatim, gangguan Kesehatan Pada Anak Usia
Sekolah, hlm69.
[3] June
Thompson, Toddler Care, (Jakarta:
Erlangga, 2003), hlm39.
Komentar
Posting Komentar